Kurikulum 2013
Bimtek kurikulum 2013 di wilayah SULUT dengan
mencakup lima mata pelajaran, yaitu bahasa Indonesia, Prakarya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes), Matematika, dan Bahasa
Inggris. Baru-baru ini dilaksanakan mulai awal Tahun Pelajaran 2014-2015 untuk mencapai target sosialisasi K13 ke seluruh sekolah dari bulan Agustus sampai dengan saat ini Oktober 2014.
"Seluruh sekolah diwajibkan menerapkan Kurikulum 2013 dengan berbagai macam ketentuannya. Kebetulan sebagian sudah menjalankan, sementara yang lainnya belum" ujar panitia LPMP Sulut.
Ketentuan Kurikulum 2013 di antaranya mengenai pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Ada penilaian berbeda yang terdapat pada kurikulum 2013, pendekatan metodologi dari kurikulum ini berbeda, sekarang menggunakan pendekatan ilmiah. Masing-masing mata pelajaran berbeda, sesuai garapannya.
Panitia dari LPMP berharap pada para peserta tidak hanya satu kali mengikuti bimtek, sebab sebagian besar guru belum memahami Kurikulum 2013.
Secara keseluruhan, BIMTEK berjalan lancar dan para peserta antusias mengikutinya.
Salah satu peserta,
Menurutnya, banyak guru yang belum memahami Kurikulum 2013 dan masih terpengaruh metode lama.
"Pertama proses mengajar. Jika dulu terpusat di guru, sekarang di murid. Kedua, sistem penilaian dulu rapor hanya diisi satu atau dua lembar, tapi sekarang bisa sampai 15 lembar," jelasnya.
Gias pun mengaku masih harus menyesuaikan diri dengan Kurikulum 2013.
"Seluruh sekolah diwajibkan menerapkan Kurikulum 2013 dengan berbagai macam ketentuannya. Kebetulan sebagian sudah menjalankan, sementara yang lainnya belum" ujar panitia LPMP Sulut.
Ketentuan Kurikulum 2013 di antaranya mengenai pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Ada penilaian berbeda yang terdapat pada kurikulum 2013, pendekatan metodologi dari kurikulum ini berbeda, sekarang menggunakan pendekatan ilmiah. Masing-masing mata pelajaran berbeda, sesuai garapannya.
Panitia dari LPMP berharap pada para peserta tidak hanya satu kali mengikuti bimtek, sebab sebagian besar guru belum memahami Kurikulum 2013.
Secara keseluruhan, BIMTEK berjalan lancar dan para peserta antusias mengikutinya.
Salah satu peserta,
Abdul Gias
Junus,S.Pd
, guru dari SMA Negeri 1 Lolak mengaku mendapatkan pengalaman baru.Menurutnya, banyak guru yang belum memahami Kurikulum 2013 dan masih terpengaruh metode lama.
"Pertama proses mengajar. Jika dulu terpusat di guru, sekarang di murid. Kedua, sistem penilaian dulu rapor hanya diisi satu atau dua lembar, tapi sekarang bisa sampai 15 lembar," jelasnya.
Gias pun mengaku masih harus menyesuaikan diri dengan Kurikulum 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar